Audiensi ASPARMINAS
ASPARMINAS.id - Pada Senin, 3 Maret 2025, ASPARMINAS menerima Audiensi dari Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Industri (KSSI) Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Dari ASPARMINAS audiensi ini dihadiri oleh Ketua Umum ASPARMINAS Johan Muliawan, Direktur Eksekutif Idham Arsyad, Bapak/Ibu pengurus ASPARMINAS Bapak Ali Masyhar Ketua Bidang Edukasi dan Dwi Suhadi Ketua Bidang Litbang Inovasi dan Teknologi serta perwakilan perusahaan anggota ASPARMINAS. Dari tim KSSI hadir Direktur KSSI, Cahyono Adhifatra, S.Sos., M.M.Ketua Tim Subsektor Industri B, Ika Oktaviana Larasati dan Anggota Tim Subsektor Industri B.
Ketua ASPARMINAS, Johan Muliawan membuka pertemuan dengan menyambut Tamu dari Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Industri (KSSI) dan berterima kasih kepada Bapak/Ibu KSSI yang sudah berkenan mengenal lebih dekat ASPARMINAS dan menyampaikan sosialisasi mengenai keamanan siber. Dalam sambutannya Johan muliawan memperkenalkan ASPARMINAS sebagai mitra pemerintah yang berperan menjembatani pelaku usaha dengan pemerintah terkhusus menyangkut industri air minum dalam kemasan. ASPARMINAS terus berkegiatan untuk meningkatkan daya saing, dengan meningkatkan pengetahuan anggota,memberikan informasi, masukan, sosialisasi dari lembaga termasuk kegiatan pada pagi ini merupakan bagian dari peningkatan pengetahuan anggota.
Cahyono Adhifatra Direktur Keamanan Siber dan Sandi Industri juga turut memberikan sambutan. Dalam sambutannya Ia mengucapkan terima kasih atas sambutan dari ASPARMINAS untuk beraudiensi dan sosialisasi terkait keamanan siber. Harapannya hubungan baik ini bisa terus berjalan kedepannya. Ia menyampaikan BSSN tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk melindungi data negara namun juga melindungi perusahaan dan juga individu. Dari BSSN terturatam Direktorat yang Ia pimpin memang memiliki tugas pendampingan keterkaitan peningkatan keamanan siber baik dalam perusahaan maupun Bapak/Ibu sendiri secara perorangan. Program tersebut berharap Bapak/Ibu terhindar dari serangan siber dan pencurian data karena saat ini kita sebagai masyarakat dalam posisi korban ataupun calon korban. Serangan ini tidak melihat besar kecilnya sebuah perusahaan karena motifnya beragam, mulai dari coba-coba sebagai eksistensi diri maupun keuntungan pribadi yaitu penyerangan untuk meminta jaminan. Pihaknya mengajak semua pihak untuk sama-sama meningkatkan perlindungan aset informasi di tempat Bapak Ibu berupa pendampingan maupun asistensi untuk melindungi aset-aset tersebut dari hal yang tidak diinginkan. Pihaknya menyambut baik bentuk kerjasama bersama ASPARMINAS.
Audiensi kemudian berlanjut dengan pemaparan dari Ketua Umum ASPARMINAS, yang menguraikan visi, misi, serta tujuan utama pembentukan ASPARMINAS. Asosiasi ini hadir untuk berkontribusi dalam pengembangan industri air minum dalam kemasan nasional dengan membangun ekosistem yang sehat, kompetitif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Fokus utama ASPARMINAS mencakup kepatuhan terhadap standar dan regulasi pemerintah, penerapan teknologi ramah lingkungan, serta upaya menciptakan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan. ASPARMINAS juga sudah menjalankan berbagai kegiatan yang sudah terdokumentasikan di website ASPARMINAS dalam menjalankan misi-misinya untuk mencapai Visi dari dibentuknya ASPARMINAS.
Sesi selanjutnya pemaparan materi oleh Ika Oktaviana L. yang merupakan ketua tim Subsektor Industri B Dit.KSSI. Ia memaparkan materi mengenai Peningkatan Keamanan Siber Pada Sektor Manufaktur. Materi tersebut mencakup informasi mengenai lanskap keamanan siber Indonesia di tahun 2024 yang menjelaskan data anomali serangan siber di Indonesia, aktivitas somewhere, aktivitas phising, web defacement maupun rekapitulasi dugaan kebocoran data. Dalam paparannya Ia juga menyampaikan mengenai ancaman serangan siber pada industri 4.0. Secara global, industri manufakturing termasuk industri yang memiliki tingkat persentase paling tinggi sebagai sektor yang menjadi target serangan siber sebanyak 24,8% dan disusul industri keuangan dan asuransi di 18.9% pada tahun 2022 berdasarkan data : X-Force Threat Intelligence Index 2023. Serangan siber ini memiliki dampak tidak hanya kebocoran data, namun juga bisa menyebabkan kerugian finansial, mempengaruhi reputasi, wanprestasi dan juga gangguan ketersediaan jasa maupun barang. Di Indonesia sendiri regulasi keamanan siber diatur dalam UU ITE dan UU PDP yang turun menjadi PP71/2019 tentang penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik yang melahirkan Peraturan BSSN No. 8/2020 tentang Sistem Pengamanan Dalam Penyelenggaraan Sistem Elektronik, Peraturan BSSN No. 10/2023 tentang Pengukuran Kematangan Siber, Peraturan BSSN No. 1/2024 tentang Pengelolaan Insiden Siber.
Masih dengan pembicara yang sama, materi dilanjutkan dengan perkenalan struktur organisasi dari BSSN yang secara spesifik membahas tugas dan fungsi Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Industri (KSSI) . KSSI sendiri memiliki tugas menyelenggarakan perumusan, pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kebijakan teknis di bidang peningkatan kapasitas keamanan siber dan sandi sektor industri dan jasa konstruksi yang memiliki fungsi Penyiapan Perumusan, Pelaksanaan & Pemantauan, Evaluasi serta Pelaporan Pelaksanaan Kebijakan Teknis di bidang tata kelola, manajemen risiko, pengembangan ekosistem, dan pengukuran tingkat kematangan keamanan siber dan sandi sektor industri dan jasa konstruksi. Pihaknya memiliki layanan peningkatan kapabilitas berdasarkan instrumen penilaian kematangan keamanan yang meliputi identifikasi, proteksi, deteksi, penanggulangan, dan pemulihan dalam menjalankan fungsinya. Peningkatan kapabilitas tidak dipungut biaya apapun. Tidak hanya gratis, program ini memiliki keuntungan seperti Compliance terhadap peraturan perundang undangan (UU ITE, UU PDP, dan lain-lain). Mendukung program pemerintah (INDI 4.0, Perlindungan IIV,Transformasi Digital, dsb.) Memperkuat kapasitas keamanan siber di internal perusahaan Membantu memetakan postur keamanan siber perusahaan.
Setelah pemaparan materi kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab dari Asparminas terkhusus mengenai layanan peningkatan kapabilitas dan juga bentuk kerjasama lainnya. Dalam sesi tanya jawab ini juga disampaikan undangan Webinar Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber Sektor Industri dari BSSN kepada seluruh peserta untuk meningkatkan kapasitas SDM dalam menjaga keamanan siber dan sandi di sektor industri. Webinar akan dilaksanakan yang akan dilaksanakan Rabu - Kamis, 5 - 6 Maret 2025, Pukul 09.00 sampai dengan 15.30 WIB dengan tema webinar Langkah Menuju SDM Tangguh untuk Menghadapi Tantangan Keamanan Siber dan Data Pribadi Melalui Short Course Maturitas Keamanan Siber dalam Industri 4.0.
Setelah sesi tanya jawab berlangsung, pihak BSSN yang diwakili Cahyono Adhifatra dan juga ASPARMINAS yang diwakili Johan Muliawan menyampaikan kata penutup. Cahyono Adhifatra menyampaikan terima kasihnya atas antusias dari ASPARMINAS dan juga berharap kedepannya akan berkembnag bentuk kerjasama yang lain, semoga ini menjadi langkah awal untuk terus bekerja sama. Johan Muliawan juga berterimakasih pada pihak BSSN yang sudah bersedia mengadakan sosialisasi dan bersilaturahmi pada ASPARMINAS. Tak lupa disampaikan juga terimakasih pada seluruh peserta yang hadir dan semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas dan bermanfaat untuk kita semua.
Jalan Tomang Raya no 21-23 Lt 7
Kel. Kebon Jeruk, Kec. Kebon Jeruk,
kota Jakarta Barat, DKI Jakarta.
11530